Peta PBM

Thursday, 1 September 2011

YOIDO FULL GOSPEL CHURCH


Yoido Full Gospel Church ialah gereja Pentakosta di Yeouido (Yoi Island) Seoul, Korea Selatan.Dengan jemaat kira-kira (1,000000) (2007), Gereja ini merupkan jemaat terbesar di korea dan dunia. Diasaskan oleh Rev.Paul Dr Yonggi Cho pada 1958.
More Information at http://english.fgtv.com/

Bagaimana Menemukan Sahabat Sejati?


Persahabatan umumnya bermula saat kita bertemua dengan orang lain yang memiliki kesamaan minat, gaya hidup, cita-cita dan lain-lain. Selain itu, sahabat biasanya juga memiliki daya tarik yang membuat kita senang menghabiskan waktu bersama dirinya, baik dalam suka dan duka. Di dalam persahabatan, juga ada kebiasaan saling memberi dan menerima.
Di dalam kitab Amsal tertulis, bahwa hubungan persahabatan dapat mempengaruhi katakter kita. Mudahnya, apabila kita bersahabat dengan orang pemalas, kita pun terpengaruh dengan kebiasaan buruknya itu. Sebaliknya, apabila kita bergaul dengan orang yang berwawasan luas, kita bisa menjadi pintar walau aslinya otak kita pas-pasan, he… he… he…
Perjumpaan dengan seorang sahabat sejati, tentu membutuhkan upaya yang tidak main-main. Jika diibaratkan, bagai mencari baju yang terbaikl di antara tumpukan baju yang sedang diobral, dan umumnya kurang baik mutunya. Ada adagium, jangan memilih-milih teman, tapi ini tidak berlaku dalam persahabatan. Seorang sahabat, sedikit banyak akan mempengaruhi dan mewarnai kehidupan kita.
Karena itu, jangan ragu untuk melihat bibit, bebet, dan bobot seorang teman yang bakal menjadi sahabat kita. Kemudian, apabila kandidat sahabat tersebut sudah memenuhi kriteria bibit, bebet, dan bobot, langkah berikutnya adalah mengetahui potensi kelanggengan hubungan kita dan sahabat, melalui hal-hal berikut:
1.Sahabat yang sejati, bersedia untuk tidak sekadar menerima pemberian kita, tetapi juga memberi saat kita membutuhkan. Ia mau berjalan bersama. Sama-sama tertawa saat kita gembira, dan sebaliknya, mau ikut bermuram durja saat kita sedang sengsara. Sahabat, juga akan membuat kita lebih maju dalam studi, pelayanan, dan lain-lain. Artinya, ada pengaruh positif yang diberikan sahabat kepada kita.
2.Kita dan sahabat juga harus saling menerima apa adanya. Ini termasuk status ekonomi, ras atau suku, pendidikan, bahkan agama sekali pun. Untuk menguji ini, perhatikan sikap sahabat pada saat kita melakukan kesalahan dan membuatnya marah. Jika ia bersedia memaafkan dan tetap melanjutkan persahabatan, bisa jadi dia memang sahabat kita!
3.Seorang sahabat tidak hanya melulu menyenangkan hati. Ia juga tidak segan-segan memberi teguran apabila kita melakukan kesalahan. Ini karena ia tidak ingin sahabatnya jatuh ke dalam dosa. Tapi, sahabat yang baik tidak akan menegor dengan sewenang-wenang, melainkan dengan sopan dan dilakukan atas dasar kasih.
4.Sahabat yang baik, berarti bisa dapat dipercaya, menguasai diri, dan tidak akan membuka aib termasuk berkomitmen untuk menjaga reputasi sahabatnya. Ini berarti dia tidak akan membuka rahasia pribadi sahabatnya demi keuntungan pribadi. Malahan, dia akan menutupi kesalahan sahabatnya itu, dengan terlebih dulu memastikan bahwa si sahabat sudah menyadari kesalahannya tersebut.
5.Terakhir, kita bisa menilai kesejatian sahabat, dari kesediannya untuk berkorban bagi kita, tidak hanya materi tapi juga batin. Perhatikan hubungan Yonatan dan Daud, di mana Yonatan mempertaruhkan nyawanya di hadapan ayahnya (Saul) untuk keselamatan Daud. Juga Daud, yang usai menduduki tahta Israel, memenuhi komitmennya dengan merawat Mefibosyet, anak dari Yonatan.

Sumber : Glministry.com

Wednesday, 31 August 2011

Jadual Pelayanan PBM

Shallom kepada semua warga PBM. Kini anda boleh memperolehi jadual pelayanan secara online melalui laman FB atau melalui Blog PBM. Terima kasih.



Paderi Gay pertama Malaysia berkahwin di Amerika

Berita yang mengemparkan. Itulah yang dapat dirungkaikan dalam hal ini. Sumber berita ini dipetik dari rangkaian berita CNN.com ( http://edition.cnn.com/2011/US/08/31/malaysian.pastor.gay.wedding/index.html?).
Berita penuh ( http://edition.cnn.com/2011/US/08/31/malaysian.pastor.gay.wedding/index.html?)

Kita berdoa agar suatu hari nanti beliau akan melihat dan bertaubat dalam hal ini.

Selamat Menyambut Hari Merdeka

Shallom kepada semua rakyat Malaysia. Selamat Hari Merdeka untuk Tanah Melayu ( Semenanjung Malaya).
 Negeri Sabah  (16 september 1963) dan Sarawak( 22 Julai 1963). ( Fakta Sejarah). Kedua-dua negeri ini menyertai Malaysia pada 16 september 1963. Sempena dengan sambutan kemerdekaan yang ke-54 tahun ini, kita berdoa agar negara Malaysia terus aman dan berpaksikan perlembagaan negara. Selamat menyambut hari Merdeka dari semua Warga PBM.

Tuesday, 30 August 2011

Damansara Utama Methodist Church ( DUMC)

Shallom. mungkin ramai di antara anda yang sudah membaca atau menonton tentang DUMC dalam media Massa. Kita sebagai tubuh Kristus didorong berdoa bersama-sama untuk gereja DUMC. keterangan lanjut mengenai DUMC boleh dilayari di http://www.dumc.com.my

Keselamatan Tidak Pernah Gagal Roma 8:28-30 -K.A.M. Jusufroni - GEREJA KEMAH ABRAHAM INDONESIA




Injil Yohanes telah memberikan ringkasan dengan langkah-langkah berikut: Semua yang telah dipilih BAPA untuk menjadi milik-NYA, telah diberikan-NYA kepada Anak-NYA (17:6), dan semua yang telah diberikan-NYA kepada Anak, dikenal oleh Anak (10:14), dan dipanggil oleh Anak (10:3), dan mengenal suara-Nya (10:4,5), dan datang kepada-Nya (6:37), dan mengikuti Dia (10:27), dan Anak menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba (10:11, 15), dan kepada setiap orang yang untuknya Ia mati, Ia memberikan hidup kekal (10:28), dan memelihara mereka dalam firman BAPA (17:6), agar tidak ada satu pun yang binasa (6:39), atau direbut dari tangan-Nya (10:28), tetapi dibangkitkan pada akhir zaman (6:39), untuk memuliakan Anak-NYA selamanya (17:10).
“Pemilihan” adalah fondasi yang tidak dapat dirobohkan bagi keselamatan yang tidak mungkin gagal.
KONSEP PEMILIHAN PAULUS
Paulus merinci mengenai konsep “Pemilihan” ini seperti dalam Rm. 8:28-30 (28) “mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana TUHAN” (tois kata prothesin klêtois ousin)Kata klêtois adalah kata sifat yang berasal dari kata kaleô artinya “memanggil.”
Kata klêtois berarti mereka yang telah menerima panggilan atau undangan untuk menjadi tamu atau anggota dari suatu kumpulan, kelompok atau grup. Kata ini digunakan untuk membedakan dengan kata eklektoi yang berarti mereka yang telah memberikan respon atau tanggapan atas suatu panggilan atau undangan.
Poin ini menjadi lebih jelas bahwa rencana penyelamatan TUHAN tidak dapat digagalkan
(29a) “semua orang yang dipilih-NYA dari semula” (ous proegnô)
Kata proegnô secara harafiah berarti “diketahui/dikenal sebelumnya” (band. KJV: “foreknow”).
“dipilih-NYA” (proegnô) berarti diketahui/dikenal sebelumnya, artinya semua orang dipilihnya harus dilihat dalam konteks ay. 28 “mereka yang dipanggil-NYA” (klêtois).
(29b) “mereka juga ditentukan dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-NYA” (kai proôrisen summorfous tês eikonos tou huiou autou)
Kata “ditentukan” menggunakan kata proôrisen artinya “ditetapkan/ditentukan/diputuskan sebelumnya.” Dalam KJV diterjemahkan “predestinate
Kata “serupa” menggunakan kata summorfous artinya memiliki bentuk atau natur yang sama.
(29c) “supaya Ia, Anak-NYA itu, menjadi sulung di antara banyak saudara” (eis to einai auton prôtotokon en pollois adelfois)
(30) “mereka yang ditentukan-NYA dari semula” (proôrisen)
“mereka itu juga dipanggil-NYA” (ekalesen)
Kata ekalesen berakar dari kata kaleô (lihat ay. 28)
“mereka yang dipanggil-NYA” (ekalesen)
“mereka itu juga dibenarkan-NYA” (edikaiôsen)
Kata edikaiôsen berakar dari kata dikaioô yang merupakan istilah hukum dalam pengertian “dinyatakan benar” atau bisa juga “dinyatakan bebas” (band. Kis. 13:39 dan Rm. 6:7)
“mereka yang dibenarkan-NYA” (edikaiôsen)
“mereka itu juga dimuliakan-NYA” (edoxasen)
Kata edoxasen berakar dari kata doxazô artinya “dimuliakan; ditinggikan; dihormati; diagungkan”
Panggilan dalam ayat 30 ini tidak diberikan kepada semua orang, karena semua orang yang dipanggil juga dibenarkan, padahal tidak semua orang dibenarkan, jadi, panggilan ayat 30 bukanlah panggilan umum, seperti yang diberikan TUHAN melalui seluruh ciptaan-NYA (Mzm. 19:2,3).
Karena “panggilan” di sini berkaitan bagi mereka yang ditentukan TUHAN untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-NYA (29).
PEMBENARAN OLEH IMAN
Pembenaran itu hanya oleh iman “kita yang dibenarkan karena iman” (dikaiôthentes oun ek pisteôs) (Rm. 5:1)
Kata “dibenarkan” menggunakan kata dikaioô (lihat ay. 30 di atas)
Jika semua yang dipanggil itu pasti dibenarkan, maka panggilan itu sendiri harus menghasilkan atau menjamin iman. Karena, tidak seorang pun dibenarkan tanpa iman.
Karena pembenaran hanya oleh iman, panggilan yang dimaksud haruslah tindakan TUHAN yang melaluinya IA menciptakan iman (Rm. 1:17)
PENGERTIAN PANGGILAN
Pengertian tentang panggilan TUHAN terlihat jelas dalam 1Kor. 1:23, 24
“tetapi untuk mereka yang dipanggil” (autois de tois klêtois)...“Kristus adalah kekuatan TUHAN dan hikmat TUHAN”(Khriston Theou dunamin kai Theou sofian)
Perhatikan kedua macam “panggilan” yang diimplikasikan dalam teks ini.
Pertama, pemberitaan Paulus menjangkau semua orang, baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi, ini adalah panggilan umum dari injil.
Panggilan ini menawarkan keselamatan kepada semua orang yang mau percaya kepada Kristus, ternyata panggilan ini jatuh di telinga yang “tidak bersedia,” “banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih (polloi gar klêtoi, oligoi de eklektoi) (Mat. 22:14) [lihat ay. 28 di atas].
Kedua, Paulus merujuk pada panggilan lain, bahwa di antara mereka yang mendengar, ada sebagian yang dipanggil, sehingga mereka tidak menganggap salib sebagai kebodohan, tetapi kuasa dan hikmat TUHAN.
Berarti panggilan itu menghasilkan apa yang dituntutnya, yaitu iman. “Efektual”
Inilah anugerah yang tidak dapat dilawan, tetapi bukan berarti anugerah tidak dapat dilawan, “kamu selalu menentang Roh Kudus” (humeis aei tô Pneumati tô hagiô antipiptete) (Kis. 7:51 band. 2Kor. 4:4-6)
Karena manusia dibutakan oleh kegelapan, maka dibutuhkan mujizat “Terang Dunia” itu dibutuhkan daya ciptaan baru (Kej. 1:3 band. Kis. 16:14).
PENGENALAN SEBELUMNYA
Perhatikan implikasi yang muncul dalam Rm. 8:29 “semua orang yang dipilih-NYA dari semula” (ous proegnô)
Menimbulkan arti “pengenalan sebelumnya” sehingga ay. 29 ini memiliki muatan “meerka yang diketahui sebelumnya, juga ditentukan-NYA.”
Bahwa manusia beriman bukan karena kemampuan mereka sendiri, mereka membuat keputusan sendiri untuk beriman agar mereka dapat jadi anak-anak-NYA, tidak ada iman yang ditimbulkan dari diri sendiri yang sudah diketahui sebelumnya.
Mereka dipanggil secara efektual, bahwa semua orang yang dipanggil pasti secara sempurna dibenarkan—pembenaran oleh iman, dan karena itu panggilan ilahi menjamin iman.
Iman bukanlah produk dari kemampuan membuat keputusan pribadi yang direspon oleh TUHAN, iman adalah hasil dari anugerah TUHAN yang diprakarsai oleh TUHAN.
Jadi, pengenalan sebelumnya (foreknowledge) (Rm. 8:29) bukanlah kesadaran tentang sesuatu yang akan terjadi di masa depan, di luar anugerah TUHAN.
Sebaliknya, pengenalan sebelum itu merupakan jenis pengenalan yang dimaksud dalam PL:
Kej. 18:19 “AKU telah memilih (mengenal) dia (Abraham)supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN” (ki yeda‘tiw lema‘an asher yetsawweheth-banaw we’eth-betho akharaw weshamru derekh YHWH)
Yer. 1:5 “Sebelum AKU membentuk engkau dalam rahim ibumu, AKU telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, AKU telah menguduskan(memisahkan—memilih) engkau; AKU telah menetapkan engkau” (beterem etstsorkha vabbeten yeda‘tikha uveterem tetse merekhem hiqdashtikha)
Amos 3:2 “Hanya kamu (Israel) yang KU-kenal dari segala kaum di muka bumi” (raq ethkhem yada‘ti mikkol mishpekhoth)
Pengenalan sebelumnya yang seperti ini sama dengan pemilihan.
Jadi, “panggilan” dalam ay. 30 merupakan karya TUHAN yang berdaulat membawa manusia “panggilan” tersebut kepada iman yang olehnya mereka dibenarkan.