Peta PBM

Tuesday, 6 September 2011

Memiliki Iman Seperti Habakuk


Kitab Habakuk dimulai dengan pergumulannya melihat kehidupan bangsanya yang sangat jahat di masa itu, dan diakhiri dengan rasa kecewa yang teramat dalam kepada Tuhan. Namun, di pasal kedua, Habakuk bangkit dan menyatakan kebenaran, bahwa orang benar akan hidup karena percaya. 
Habakuk, meski nabi, tetap manusia biasa yang seringkali keheranan saat menjumpai pelbagai masalah yang ada di sekitarnya. Dan, seperti manusia lainnya, ia pun bertanya, “Mengapa?”, “Berapa lama lagi?” dan lain-lain. Ini adalah problema dasar dari permalahan manusia, yakni mempertanyakan kehendak dan kedaulatan Allah dalam perlbagai masalah hidup manusia.
Memang, situasi yang dialami Habakuk saat itu demikian menyesakkan. Sebagian besar orang Israel menjalani hidup sebagai orang  fasik. Dan sisanya, orang benar, dikelilingi, dimanipulasi, dan dikuasai oleh orang Israel yang jahat. Belum lagi penjajahan orang Kasdim, yang merupakan bangsa penyembah berhala.
Yang menjadi pemicu dari keluh kesah Nabi Habakuk bukanlah kelakuan orang Kasdim, melainkan kebejatan yang dilakukan bangsa Israel, yang mengaku menyembah Tuhan tapi dalam praktiknya hidup bagai orang fasik. Begitu jahatnya kehdiupan orang Israel di masa itu, hingga mengakibatkan penderitaan yang berat di kalangan bangsa Israel. Alih-alih terus-menerus dirudung kesal, Habakuk memilih untuk mencari Tuhan, dan ia pun menemukan secercah sinar pengharapan di masa-masa gelap dalam kehidupan bangsanya itu.
“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorai di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” Ayat yang terdapat dalam Habakuk 3:17-18 ini adalah hasil dari perjalanan iman Habakuk, hasil dari keputusannya untuk tetap mempercayai Tuhan di masa yang sulit itu.
Di mata Habakuk, meski penderitaan tak kunjung mereda, sejarah telah membuktikan pembelaan Tuhan terhadap umatNya. Dan, Tuhan yang sama telah berjanji untuk mengegakkan keadilan. Sebab itu, masa suram yang sedang dihadapi Habakuk, tidak membuat imannya surut. Malahan, sukacita dan damai sejahtera karena mempercayai janji Allah yang tidak pernah berdusta, memberikan kekuatan untuk bertahan bahkan menyelesaikan perjalanan iman yang sulit bagai mendaki gunung terjal.  
Dengan mata iman, Habakuk melihat melampaui realitas kesulitan hidup yang dialami bangsa Israel. Dengan memandang Tuhan, Habakuk berserah dan memiliki kualitas hidup rohani yang diperbaharui. Dan dengan kaki iman, Habakuk berani dan memiliki kekuatan untuk melangkah di dalam kehidupan yang penuh dengan kesulitan. Sudahkah Anda memiliki iman seperti Habakuk?

Sumber : GL Ministry

Saturday, 3 September 2011

Seminar Bangkit dan Bersinar

Shallom Semua. Dalam post ini, kami akan berkongsi sedikit tentang seminar ``Bangkit dan Bersinar`` yang didakan tidak lama dahulu di gereja Damansara Utama Methodisit Church ( DUMC). Beberapa         member-member dan PBM sempat mengikuti seminar yang sangat bermakna ini. Kami sangat diberkati dengan seminar yang merungkaikan banyak isu-isu ini. Tuhan memberkati.



                                           Bersama dengan YB Baru Bian
                                         
                              Bersama dengan Bishop Melter J. Tais ( Bishop Anglikan Sabah)

Friday, 2 September 2011

Keluarga Kami di PBM

Shallom semua. Mungkin anda masih tertanya-tanya kenapa blog PBM ditubuhkan? Blog ini merupakan salah satu platform pelayanan bagi PBM untuk memperkenalkan,menjangkau dan saling berkongsi berita bagi anda semua yang berada di Semenanjung, Sabah dan Sarawak. Dengan kebaktian yang lebih mirip kepada Youth service, kami dedikasi untuk melayani dan memuliakan Tuhan dalam setiap pelayanan kami. Gabungan Youth dari sabah dan sarawak telah membentuk salah pasukan pelayanan dan team kebaktian yang baik pada tahun ini.
Sekiranya anda berada di Lembah Klang, kami dengan senang hati ingin melayani anda dalam kebaktian BM.

Dedikasi buat pemimpin gereja di sabah dan sarawak,youth pastor dan anda yang mahu melanjutkan pelajaran atau berkerja di Semenanjung, kami sedia untuk melayani anda tanpa mengira latar belakang dedominasi.
Silala berhubung melalui e-mel,sms atau telefon kepada kami. Kami dengan senang hati ingin melayani anda bersama-sama.

Dalam Kristus,
Admin

Thursday, 1 September 2011

YOIDO FULL GOSPEL CHURCH


Yoido Full Gospel Church ialah gereja Pentakosta di Yeouido (Yoi Island) Seoul, Korea Selatan.Dengan jemaat kira-kira (1,000000) (2007), Gereja ini merupkan jemaat terbesar di korea dan dunia. Diasaskan oleh Rev.Paul Dr Yonggi Cho pada 1958.
More Information at http://english.fgtv.com/

Bagaimana Menemukan Sahabat Sejati?


Persahabatan umumnya bermula saat kita bertemua dengan orang lain yang memiliki kesamaan minat, gaya hidup, cita-cita dan lain-lain. Selain itu, sahabat biasanya juga memiliki daya tarik yang membuat kita senang menghabiskan waktu bersama dirinya, baik dalam suka dan duka. Di dalam persahabatan, juga ada kebiasaan saling memberi dan menerima.
Di dalam kitab Amsal tertulis, bahwa hubungan persahabatan dapat mempengaruhi katakter kita. Mudahnya, apabila kita bersahabat dengan orang pemalas, kita pun terpengaruh dengan kebiasaan buruknya itu. Sebaliknya, apabila kita bergaul dengan orang yang berwawasan luas, kita bisa menjadi pintar walau aslinya otak kita pas-pasan, he… he… he…
Perjumpaan dengan seorang sahabat sejati, tentu membutuhkan upaya yang tidak main-main. Jika diibaratkan, bagai mencari baju yang terbaikl di antara tumpukan baju yang sedang diobral, dan umumnya kurang baik mutunya. Ada adagium, jangan memilih-milih teman, tapi ini tidak berlaku dalam persahabatan. Seorang sahabat, sedikit banyak akan mempengaruhi dan mewarnai kehidupan kita.
Karena itu, jangan ragu untuk melihat bibit, bebet, dan bobot seorang teman yang bakal menjadi sahabat kita. Kemudian, apabila kandidat sahabat tersebut sudah memenuhi kriteria bibit, bebet, dan bobot, langkah berikutnya adalah mengetahui potensi kelanggengan hubungan kita dan sahabat, melalui hal-hal berikut:
1.Sahabat yang sejati, bersedia untuk tidak sekadar menerima pemberian kita, tetapi juga memberi saat kita membutuhkan. Ia mau berjalan bersama. Sama-sama tertawa saat kita gembira, dan sebaliknya, mau ikut bermuram durja saat kita sedang sengsara. Sahabat, juga akan membuat kita lebih maju dalam studi, pelayanan, dan lain-lain. Artinya, ada pengaruh positif yang diberikan sahabat kepada kita.
2.Kita dan sahabat juga harus saling menerima apa adanya. Ini termasuk status ekonomi, ras atau suku, pendidikan, bahkan agama sekali pun. Untuk menguji ini, perhatikan sikap sahabat pada saat kita melakukan kesalahan dan membuatnya marah. Jika ia bersedia memaafkan dan tetap melanjutkan persahabatan, bisa jadi dia memang sahabat kita!
3.Seorang sahabat tidak hanya melulu menyenangkan hati. Ia juga tidak segan-segan memberi teguran apabila kita melakukan kesalahan. Ini karena ia tidak ingin sahabatnya jatuh ke dalam dosa. Tapi, sahabat yang baik tidak akan menegor dengan sewenang-wenang, melainkan dengan sopan dan dilakukan atas dasar kasih.
4.Sahabat yang baik, berarti bisa dapat dipercaya, menguasai diri, dan tidak akan membuka aib termasuk berkomitmen untuk menjaga reputasi sahabatnya. Ini berarti dia tidak akan membuka rahasia pribadi sahabatnya demi keuntungan pribadi. Malahan, dia akan menutupi kesalahan sahabatnya itu, dengan terlebih dulu memastikan bahwa si sahabat sudah menyadari kesalahannya tersebut.
5.Terakhir, kita bisa menilai kesejatian sahabat, dari kesediannya untuk berkorban bagi kita, tidak hanya materi tapi juga batin. Perhatikan hubungan Yonatan dan Daud, di mana Yonatan mempertaruhkan nyawanya di hadapan ayahnya (Saul) untuk keselamatan Daud. Juga Daud, yang usai menduduki tahta Israel, memenuhi komitmennya dengan merawat Mefibosyet, anak dari Yonatan.

Sumber : Glministry.com

Wednesday, 31 August 2011

Jadual Pelayanan PBM

Shallom kepada semua warga PBM. Kini anda boleh memperolehi jadual pelayanan secara online melalui laman FB atau melalui Blog PBM. Terima kasih.



Paderi Gay pertama Malaysia berkahwin di Amerika

Berita yang mengemparkan. Itulah yang dapat dirungkaikan dalam hal ini. Sumber berita ini dipetik dari rangkaian berita CNN.com ( http://edition.cnn.com/2011/US/08/31/malaysian.pastor.gay.wedding/index.html?).
Berita penuh ( http://edition.cnn.com/2011/US/08/31/malaysian.pastor.gay.wedding/index.html?)

Kita berdoa agar suatu hari nanti beliau akan melihat dan bertaubat dalam hal ini.