Peta PBM

Thursday, 8 September 2011

Ester : Memiliki Misi Tertentu


emiliki Misi tertentu
 Bahan : Ester 4:13-14
maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: "Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu."


A.      Latar Belakang
         Kitab Ester ini menceritakan tentang keadaan orang Yahudi di Susan pada masa pemerintahan Kerajaan Persia.
         Jikalau kita melihat dalam sejarah Israel, sebelumnya pada abad ke-6 SM, kerajaan Israel dibuang ke Babel ± 70 tahun. Setelah masa pembuangan ini usai, ada orang Yahudi yang kembali ke Yerusalem tetapi ada juga orang Yahudi yang tetap tinggal di daerah jajahan Kerajaan Babilonia. Dalam hal ini, kitab Ester menceritakan orang Yahudi yang tidak kembali ke Yerusalem, yaitu keadaan orang Yahudi yang tinggal di daerah Susan, ibu kota Kerajaan Persia. Sedangkan Kitab Ezra dan Nehemia menceritakan bagaimana orang Yahudi kembali ke Yerusalem.
         Orang Yahudi yang berada di Puri Susan ini adalah orang yang tidak kembali dengan rombongan lain ke Yerusalem. Setelah Kerajaan Babilonia kalah, Kerajaan Persia mengambil alih dan daerah kekuasaan dari Kerajaan Babilonia jatuh ke tangan Persia. Pada masa Ester ini, kerajaan yang berkuasa pada saat itu adalah kerajaan Persia.

B.      Pembahasan
         Ayat 13 dan 14 ini adalah perkataan yang disampaikan oleh Mordekhai kepada Ester ketika bangsa Yahudi akan dimusnahkan di Persia. Akan tetapi, sebelumnya kita akan melihat latar belakang kisah kitab Ester ini.
         Pada suatu saat raja mengadakan pesta di istana, kemudian raja memanggil ratunya, ratu Wasti. Akan tetapi, ratu Wasti menolak panggilan raja untuk memperlihatan dirinya kepada orang-orang yang hadir dalam pesta itu. Hal ini membuat hati raja marah dan memecat Ratu Wasti. Akhirnya, raja mulai mengumpulkan perempuan di daerah kerajaannya untuk menggatikan posisi ratu Wasti. Singkat cerita, akhirnya raja tertarik pada seorang perempuan yang bernama Ester parasnya cantik dan elok. Ester ini adalah orang Yahudi, akan tetapi Mordekhai melarang dia untuk memberitahukan kewarganegaraannya sebagai orang Yahudi.
         Siapakah Ester? Ester adalah seorang Yahudi yang tinggal di Susan, kerajaan Persia. Ester diangkat sebagai anak oleh Mordekhai. Mordekhai dengan Ester masih memiliki hubungan bersaudara. Ester ini adalah anak dari saudara ayahnya Mordekhai. Oleh karena Ester sudah tidak memiliki ayah dan ibu lagi, Mordekhai mengangkatnya sebagai anak.
         Ester pun akhirnya menjadi ratu mendampingi Raja Ahasyweros di Persia. Dalam hal ini, Ester pun masih merahasiakan identitasnya dari Raja Ahasyweros. Pada suatu saat raja memberikan kedudukan yang terhormat kepada Haman di atas semua pembesar lainnya. Seluruh pegawai di pintu gerbang raja berlutut kepada Haman, hanya Mordekhai yang tidak mau berlutut kepadanya. Hal ini membuat Haman panas hati dan dia tidak hanya berikhtiar untuk membunuh Mordekhai, tetapi juga bangsanya Mordekhai yang tinggal di Persia. Haman berusaha untuk membunuh semua orang Yahudi di Persia.
         Mordekhai pun memberitahukan hal ini kepada Ester yang sudah menjadi ratu di Istana raja Ahasyweros. Ester harus menghadap raja untuk membahas mengenai masalah ini. Mordekhai berkata kepada Ester : “Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja hanya engkau yang akan terluput dari semua orang Yahudi. Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain… Siapa tahu mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”
         Mordekhai dalam hal ini menegur Ester, bahwa walaupun Ester berada di dalam istana raja, ia juga tidak aman karena dia juga orang Yahudi. Jikalau Ester menolak untuk menyelamatkan bangsanya, maka pertolongan terhadap orang Yahudi pun akan datang dari tempat lain, yang dimaksud dengan tempat lain ini adalah bisa orang lain, dan bisa juga Allah sendiri yang akan menolong umatNya. Pada saat ini, hanya Esterlah satu-satunya orang yang dapat diharapkan untuk menyelamatkan bangsa Yahudi yang akan dimusnahkan di Persia atas inisiatif Haman, pembesar raja Ahasyweros.
         Akhirnya, atas pemberitahuan Mordekhai, Ester pun siap menghadap raja untuk menyelamatkan bangsanya. Ester pun berpuasa dan pergi menghadap raja Ahasyweros. Singkat cerita, Ester berhasil meyakinkan raja dan bangsa Yahudi tidak jadi dimusnahkan. Haman yang berniat membunuh orang Yahudi akhirnya dihukum oleh raja, digantung pada tiang sula.
         Di dalam ayat 14 dikatakan: "... siapa tahu mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu". Sepertinya di dalam ayat ini terkandung arti yang dalam. Apakah arti perkataan Mordekhai ini?
         Jikalau kita melihat ayat 14 ini, sepertinya di dalam perkataan Mordekhai ini terkandung suatu pengertian bahwa keterpilihan Ester sebagai ratu bukanlah suatu kebetulan saja. Dengan kata lain, ada suatu tujuan tertentu dari Allah untuk Ester, ketika Ester sebagai orang Yahudi terpilih sebagai ratu di Persia. Di balik keterpilihan Ester sebagai ratu di Persia pasti ada suatu tujuan atau misi tertentu. Bahwa di dalam keterpilihan Ester sebagai ratu di Persia bukanlah suatu kebetulan, akan tetapi hal itu merupakan rencana Allah supaya Ester menyelamatkan bangsanya, bangsa Yahudi yang akan dimusnahkan di Persia. Itulah misi keterpilihan Ester sebagai ratu di Persia. Inilah maksud perkataan yang disampaikan oleh Mordekhai, ayah angkatnya Ester. Allah memilih Ester menjadi ratu di Persia karena Allah mempunyai satu misi untuk Ester.
         Berbicara mengenai misi, apakah kehidupan Tuhan Yesus memiliki misi? Ya tentu saja. Jikalau kita ada pada saat Yesus disalibkan di Yerusalem, mungkin apa respon/tanggapan kita? Mungkin saja kita sedih karena Yesus harus mati di masa usianya yang masih muda, kurang lebih 331/2 tahun. Akan tetapi apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus pada saat di salib? Kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Yesus di kayu salib adalah “sudah selesai” (Yoh. 19:30). Yesus telah menyelesaikan tugas dan misiNya datang ke dunia ini. Ia datang untuk menebus dosa-dosa manusia.

C.      Applikasi
         Ester telah memenuhi misinya, yaitu menyelamatkan seluruh orang Yahudi yang akan dimusnahkan di Kerajaan Persia. Begitu juga Tuhan Yesus sudah menyelesaikan tugas dan misinya, yaitu untuk menebus dosa-dosa seluruh manusia. Apa yang terjadi dalam kehidupan Ester bukanlah kebetulan dan apa yang terjadi dalam kehidupan Tuhan Yesus juga bukanlah suatu kebetulan. Apa yang terjadi di dalam kehidupan kita bukanlah kebetulan, karena dibalik apa yang kita hadapi, Allah memberikan kita misi untuk kita laksanakan.
         Siapapun suami kita, siapapun anak kita, apapun permsalahan yang terjadi dalam keluarga kita, itu bukanlah suatu kebetulan. Sama seperti Ester, permasalahan yang dihadapi Orang Yahudi di Persia maupun keterpilihan Ester sebagai ratu di Persia bukanlah suatu kebetulan. Dibalik apa yang kita hadapi, Allah memberikan misi bagi kita untuk kita lakukan. Sebagai seorang Ayah, Allah memberikan misi untuk dilakukan bagi istri, anak-anak maupun seluruh keluarga. Sebagai seoang ibu, Allah memberikan juga misi untuk dilakukan baik itu bagi suami, anak-anak dan seluruh keluarga. Sebagai seorang anak, Allah juga telah menyiapkan misi untuk kita lakukan bagi ayah, ibu maupun keluarga besar kita. Apapun kedudukan, keadaan maupun profesi kita, Allah sudah menyediakan misi untuk kita lakukan dibalik apa yang kita hadapi dan alami saat ini.  

D.      Penutup
         Sebagaimana Kristus sudah menyelesaikan misinya sebagai Juruselamat, begitu juga Ester telah memenuhi misinya sebagai ratu, selanjutnya kita sebagai Anak Allah juga memiliki misi masing-masing yang harus kita lakukan baik itu di dalam lingkungan keluarga, masyarakat dan lain-lain. Sehingga pada saat kita mencapai akhir hidup kita kita dapat berkata seperti apa yang Tuhan Yesus katakan, yaitu: “sudah selesai.” Kita sudah selesai menjalankan misi kita di dunia ini. 
Amin…

Tuesday, 6 September 2011

Memiliki Iman Seperti Habakuk


Kitab Habakuk dimulai dengan pergumulannya melihat kehidupan bangsanya yang sangat jahat di masa itu, dan diakhiri dengan rasa kecewa yang teramat dalam kepada Tuhan. Namun, di pasal kedua, Habakuk bangkit dan menyatakan kebenaran, bahwa orang benar akan hidup karena percaya. 
Habakuk, meski nabi, tetap manusia biasa yang seringkali keheranan saat menjumpai pelbagai masalah yang ada di sekitarnya. Dan, seperti manusia lainnya, ia pun bertanya, “Mengapa?”, “Berapa lama lagi?” dan lain-lain. Ini adalah problema dasar dari permalahan manusia, yakni mempertanyakan kehendak dan kedaulatan Allah dalam perlbagai masalah hidup manusia.
Memang, situasi yang dialami Habakuk saat itu demikian menyesakkan. Sebagian besar orang Israel menjalani hidup sebagai orang  fasik. Dan sisanya, orang benar, dikelilingi, dimanipulasi, dan dikuasai oleh orang Israel yang jahat. Belum lagi penjajahan orang Kasdim, yang merupakan bangsa penyembah berhala.
Yang menjadi pemicu dari keluh kesah Nabi Habakuk bukanlah kelakuan orang Kasdim, melainkan kebejatan yang dilakukan bangsa Israel, yang mengaku menyembah Tuhan tapi dalam praktiknya hidup bagai orang fasik. Begitu jahatnya kehdiupan orang Israel di masa itu, hingga mengakibatkan penderitaan yang berat di kalangan bangsa Israel. Alih-alih terus-menerus dirudung kesal, Habakuk memilih untuk mencari Tuhan, dan ia pun menemukan secercah sinar pengharapan di masa-masa gelap dalam kehidupan bangsanya itu.
“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorai di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” Ayat yang terdapat dalam Habakuk 3:17-18 ini adalah hasil dari perjalanan iman Habakuk, hasil dari keputusannya untuk tetap mempercayai Tuhan di masa yang sulit itu.
Di mata Habakuk, meski penderitaan tak kunjung mereda, sejarah telah membuktikan pembelaan Tuhan terhadap umatNya. Dan, Tuhan yang sama telah berjanji untuk mengegakkan keadilan. Sebab itu, masa suram yang sedang dihadapi Habakuk, tidak membuat imannya surut. Malahan, sukacita dan damai sejahtera karena mempercayai janji Allah yang tidak pernah berdusta, memberikan kekuatan untuk bertahan bahkan menyelesaikan perjalanan iman yang sulit bagai mendaki gunung terjal.  
Dengan mata iman, Habakuk melihat melampaui realitas kesulitan hidup yang dialami bangsa Israel. Dengan memandang Tuhan, Habakuk berserah dan memiliki kualitas hidup rohani yang diperbaharui. Dan dengan kaki iman, Habakuk berani dan memiliki kekuatan untuk melangkah di dalam kehidupan yang penuh dengan kesulitan. Sudahkah Anda memiliki iman seperti Habakuk?

Sumber : GL Ministry

Saturday, 3 September 2011

Seminar Bangkit dan Bersinar

Shallom Semua. Dalam post ini, kami akan berkongsi sedikit tentang seminar ``Bangkit dan Bersinar`` yang didakan tidak lama dahulu di gereja Damansara Utama Methodisit Church ( DUMC). Beberapa         member-member dan PBM sempat mengikuti seminar yang sangat bermakna ini. Kami sangat diberkati dengan seminar yang merungkaikan banyak isu-isu ini. Tuhan memberkati.



                                           Bersama dengan YB Baru Bian
                                         
                              Bersama dengan Bishop Melter J. Tais ( Bishop Anglikan Sabah)

Friday, 2 September 2011

Keluarga Kami di PBM

Shallom semua. Mungkin anda masih tertanya-tanya kenapa blog PBM ditubuhkan? Blog ini merupakan salah satu platform pelayanan bagi PBM untuk memperkenalkan,menjangkau dan saling berkongsi berita bagi anda semua yang berada di Semenanjung, Sabah dan Sarawak. Dengan kebaktian yang lebih mirip kepada Youth service, kami dedikasi untuk melayani dan memuliakan Tuhan dalam setiap pelayanan kami. Gabungan Youth dari sabah dan sarawak telah membentuk salah pasukan pelayanan dan team kebaktian yang baik pada tahun ini.
Sekiranya anda berada di Lembah Klang, kami dengan senang hati ingin melayani anda dalam kebaktian BM.

Dedikasi buat pemimpin gereja di sabah dan sarawak,youth pastor dan anda yang mahu melanjutkan pelajaran atau berkerja di Semenanjung, kami sedia untuk melayani anda tanpa mengira latar belakang dedominasi.
Silala berhubung melalui e-mel,sms atau telefon kepada kami. Kami dengan senang hati ingin melayani anda bersama-sama.

Dalam Kristus,
Admin

Thursday, 1 September 2011

YOIDO FULL GOSPEL CHURCH


Yoido Full Gospel Church ialah gereja Pentakosta di Yeouido (Yoi Island) Seoul, Korea Selatan.Dengan jemaat kira-kira (1,000000) (2007), Gereja ini merupkan jemaat terbesar di korea dan dunia. Diasaskan oleh Rev.Paul Dr Yonggi Cho pada 1958.
More Information at http://english.fgtv.com/

Bagaimana Menemukan Sahabat Sejati?


Persahabatan umumnya bermula saat kita bertemua dengan orang lain yang memiliki kesamaan minat, gaya hidup, cita-cita dan lain-lain. Selain itu, sahabat biasanya juga memiliki daya tarik yang membuat kita senang menghabiskan waktu bersama dirinya, baik dalam suka dan duka. Di dalam persahabatan, juga ada kebiasaan saling memberi dan menerima.
Di dalam kitab Amsal tertulis, bahwa hubungan persahabatan dapat mempengaruhi katakter kita. Mudahnya, apabila kita bersahabat dengan orang pemalas, kita pun terpengaruh dengan kebiasaan buruknya itu. Sebaliknya, apabila kita bergaul dengan orang yang berwawasan luas, kita bisa menjadi pintar walau aslinya otak kita pas-pasan, he… he… he…
Perjumpaan dengan seorang sahabat sejati, tentu membutuhkan upaya yang tidak main-main. Jika diibaratkan, bagai mencari baju yang terbaikl di antara tumpukan baju yang sedang diobral, dan umumnya kurang baik mutunya. Ada adagium, jangan memilih-milih teman, tapi ini tidak berlaku dalam persahabatan. Seorang sahabat, sedikit banyak akan mempengaruhi dan mewarnai kehidupan kita.
Karena itu, jangan ragu untuk melihat bibit, bebet, dan bobot seorang teman yang bakal menjadi sahabat kita. Kemudian, apabila kandidat sahabat tersebut sudah memenuhi kriteria bibit, bebet, dan bobot, langkah berikutnya adalah mengetahui potensi kelanggengan hubungan kita dan sahabat, melalui hal-hal berikut:
1.Sahabat yang sejati, bersedia untuk tidak sekadar menerima pemberian kita, tetapi juga memberi saat kita membutuhkan. Ia mau berjalan bersama. Sama-sama tertawa saat kita gembira, dan sebaliknya, mau ikut bermuram durja saat kita sedang sengsara. Sahabat, juga akan membuat kita lebih maju dalam studi, pelayanan, dan lain-lain. Artinya, ada pengaruh positif yang diberikan sahabat kepada kita.
2.Kita dan sahabat juga harus saling menerima apa adanya. Ini termasuk status ekonomi, ras atau suku, pendidikan, bahkan agama sekali pun. Untuk menguji ini, perhatikan sikap sahabat pada saat kita melakukan kesalahan dan membuatnya marah. Jika ia bersedia memaafkan dan tetap melanjutkan persahabatan, bisa jadi dia memang sahabat kita!
3.Seorang sahabat tidak hanya melulu menyenangkan hati. Ia juga tidak segan-segan memberi teguran apabila kita melakukan kesalahan. Ini karena ia tidak ingin sahabatnya jatuh ke dalam dosa. Tapi, sahabat yang baik tidak akan menegor dengan sewenang-wenang, melainkan dengan sopan dan dilakukan atas dasar kasih.
4.Sahabat yang baik, berarti bisa dapat dipercaya, menguasai diri, dan tidak akan membuka aib termasuk berkomitmen untuk menjaga reputasi sahabatnya. Ini berarti dia tidak akan membuka rahasia pribadi sahabatnya demi keuntungan pribadi. Malahan, dia akan menutupi kesalahan sahabatnya itu, dengan terlebih dulu memastikan bahwa si sahabat sudah menyadari kesalahannya tersebut.
5.Terakhir, kita bisa menilai kesejatian sahabat, dari kesediannya untuk berkorban bagi kita, tidak hanya materi tapi juga batin. Perhatikan hubungan Yonatan dan Daud, di mana Yonatan mempertaruhkan nyawanya di hadapan ayahnya (Saul) untuk keselamatan Daud. Juga Daud, yang usai menduduki tahta Israel, memenuhi komitmennya dengan merawat Mefibosyet, anak dari Yonatan.

Sumber : Glministry.com

Wednesday, 31 August 2011

Jadual Pelayanan PBM

Shallom kepada semua warga PBM. Kini anda boleh memperolehi jadual pelayanan secara online melalui laman FB atau melalui Blog PBM. Terima kasih.